Seringkali penolakan tidak bisa kita hindari, terutama saat menawarkan sebuah produk. Yang bisa kita lakukan adalah mengubah sikap kita dalam penolakan:
1. JAGA EMOSI. ketika terjadi penolakan, jangan marah, jangan berdebat, jangan memaksa, yang harus kita lakukan adalah mengendalikan emosi kita,dan emosi lawan bicara dengan senyuman dan sikap menghargai pendapat mereka. Biasanya saya akan berkata" saya mengerti pendapat ibu karena banyak orang yang kami tawarkan juga berpendapat seperti ketika pertama kali mendengar penawaran kami, tetapi setelah melihat, merasakan manfaatnya, mereka akhirnya membeli dan menjadi pelanggan setia kami". Biasanya kata-kata simpatik seperti ini mengundang keingintahuan lawan bicara atau calon konsumen terhadap keistimewaan produk yang saya tawarkan.
2. DENGARKAN DENGAN TUNTAS. jika penolakan terjadi, jangan disela. Biarkan lawan bicara mengungkapkan secara tuntas sudut pandang dan alasannya untuk menolak apa yang kita tawarkan. Menjadi pendengar aktif sambil mengangguk tanda mengerti atau menunjukkan respon singkat seperti " oh begitu ya.." "ya, saya mengerti" Mendengar secara aktif memungkinkan kita untuk mempelajari dan mendapat informasi lebih banyak mengenai minat, kebutuhan, dan kesulitan yang di alaminya. Dengan demikian kita bisa menawarkan manfaat, bantuan dan solusi yang memang diperlukan.
3.AJUKAN PERTANYAAN. Jika dari penolakan yang mereka ajukan kita masih belum bisa menangkap alasan kunci dari penolakan tersebut, kita bisa mengajukan pertanyaan unuk menggali lebih dalam apa yang sebenarnya sedang dipikirkan lawan bicara. Pertanyaan yang kita ajukan cenderung memancing lawan bicara untuk memberikan informasi lebih banyak. Kita bisa mengulang kembali kalimat yang pernah di ucapkan,melakukan konfirmasi dan menyimpulkan alasan kunci yang disampaikan secara positif. Misalnya mereka mengatakan:" saya tidak cocok dengan produk anda tawarkan" kita bisa jawab:" kalau saya boleh tahu, mengapa ibu merasa tidak cocok dengan produk kami? Mungkin bisa menjadi masukan bagi kami".. Pertanyaan ini harus di ajukan dengan niat yang tulus untuk membantu memecahkan masalah lawan bicara bukanya dengan cara interogasi yang menegangkan. Percayalah kesan positif yang mereka dapatkan dari sikap Anda akan membuahkan hal yang baik. So,tidak perlu lagi takut "sakit" di tolak..ya tho?
Kamis, 26 November 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar